Bupati Kubu Raya Buka Workshop Aksi Kolaborasi Pengelolaan Hutan

By Administrator // Rabu, 17 Oktober 2018 // 04:23 WIB // BERITA KUBU RAYA

Kubu Raya – Bupati Kubu Raya Rusman Ali menyambut baik kerjasama dan kolaborasi lintas sector dan lembaga dalam upaya bersama menjaga kelestarian hutan. Hal itu disampaikan Rusman Ali saat membuka workshop Aksi Kolaborasi Pengelolaan Hutan di Bentang Gunung Ambawang, yang ada di wilayah Kecamatan Kubu dan Kecamatan Teluk Pakedai Kabupaten Kubu Raya.

Rusman Ali mengatakan, kerjasama tersebut sangat penting untuk uapaya bersama membangun dan menjaga kelestarian hutan, sebagai sumber kehidupan. Menurut Rusman Ali, kelestarian hutan tidak hanya menjaga ekosistem yang ada tetap aman melainkan juga menjaga agar udara tetap sehat dan segar. Sehingga sangat erat kaitannya dengan kelangsungan hidup setiap makhluk yang ada disekitarnya. “Kita sangat bmendukung sekaligi adanya kolaborasi dan kerja sama seperti ini. Terlebih ini melibatkan semua sektor. Baik pemerintah, NGO, Kepala Desa, Perusahaan dan Masyarakat disekitarnya. Memang kita harus bersama-sama menjaga hutan kita, membangun komitmen bersama sehingga kelesttarian hutan sebgai sumber kehidupan dan penghasilan masyarakat dapat terus terjaga dengan baik,” ujar Rusman Ali.

Rusman Ali berharap, kerjasama yang sudah terbangun tersebut dapat terlaksana dengan baik, dengan tindakan yang nyata dilapangan. Rusman Ali juga berharap agar masyarakat sekitar hutan juga berperan aktif bekerja sama untuk menjaga hutan tetap lestari. Jika menemukan ada usaha-usaha pengrusakan hutan, agar dapat menginformasikan kepihak terkait dan jangan dibiarkan. “Untuk itulah, forum ini kita harapkan menjadi jembatan bagi nmasyarakat untuk mendapatkan informasi dan pemberdayaan. Bagaimana masyarakat dapat terus beraktifitas dihutan tanpa merusak ekosistem dan kelestarian hutan. Melalui forum ini nantinya akan banyak diberikan pendampingan dan pengetahuan kepada masyarakat. Sehingga hutan tetap lestari dan terjaga keasriannya, kesejahteraan masyarakat juga dapat meningkat. Dengan berbagai aktifitas-aktifitas usaha kerakyatan yang ramah lingkungan,” terang Rusman Ali.

Sementara itu, General Manager PT. Mitra Aneka Rezky Semangat Sembiring menuturkan, pihaknya sangat mendukung dengan adanya sinergi dan kerjasama bersama menjaga kelestarian dan keindahan hutan tetap terjaga. Dikatakan Semangat, pihaknya sebagai perusahaan yang mengelola sebagian hutan Gunung Ambawang sebagai konsensi untuk perkebunan kelapa sawit, turut serta menjaga dan melestarikan hutan yang ada. Dikatakan Semangat, pihaknya siap bekerjasama untuk ikut serta aktif menjaga hutan Gunung Ambawang. Menurutnya, apa yang menjadi komitmen bersama untuk tetap melestarikan dan menjaga Hutan Gunung Ambawang, sejalan dengan program-program yang diusung oleh PT. MAR dalam menjalankan usaha didaerah tersebut. “Kita sangat mendukung ini, karena kita juga dalam melakukan kegiatan usaha selalau mengedepankan kepentingan bersama dengan masyarakat setempat. Kita mulai dengan perekrutan tenaga kerja dari masyarakat sekitar. Juga kita laukan pembinaan-pembinaan kepada masyarakat yang ada disekitar kegiatan usaha kita. Kita juga berkomitmen untuk menjaga lingkungan dan hutan disekitar kegiatan usaha kita tetap terjaga dan terawat dengan baik,” ujar Semangat.

Direktur Bentang Kalimantan Denny Nurdwiansyah, selaku NGO yang menjembatani kerjasama pelestarian hutan Gunung Ambawang yang ada diwilayah Kubu dan Teluk Pakedai mengatakan, dalam 15 tahun terakhir ini terjadi pengerusan pemanfaatan hutan menjadi areal perkebunan. Diakatakan Denny, kerusakan hutan sangat tinggi terjadi sejak 15 tahun terakhir, akibat dari euphoria pengembangan perkebunan kelapa sawit.

Saat ini hutan Gunung Ambawang tersisa sekita 700 ha saja, untuk itu dibutuhkan komitmen bersama untuk menjaga dan memulihkan kembali kondisi hutan yang telah rusak. Denny, mengatakan Bentang Kalimantan sudah menyiapkan rencana aksi bersama untuk menjaga kelestarian hutan dengan tetap meningkatkan kesejahteraan masyarat. Artinya, bagaimana agar setiap aktifitas yang dilakukan di bentang Gunung Ambawang dalam satu landscape tersebut, dapat dilakukan dengan tidak mengakibatkan kerusakan hutan. “Kita menjembatani, pemerintah, perusahaan swasta yang melakukan aktifitas usaha disekitar hutan dan masyarakat. Bagaiman kita bersama-sama menjaga kelestarian hutan yang masih ada dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat disekitarnya tanpa melakukan pengrusakan,” terang Denny.

Share Post: